Sekarang Gue berada di kelas 2 SMA, yang kata orang sih disini lah masa - masa yang paling seru karena kalo sudah kelas 3 udah mulai serius soalnya mau Ujian Nasional lah, Ujian Sekolah lah, dan Seleksi Masuk PTN. Terkadang dengan memikirkanya saja itu udah cukup buat kepala panas, Untung saja Gue mempunyai 2 teman yang selalu bisa mendinginkan kepala ini walaupun hanya sejenak sih, Julian teman pertama Gue ini dia orangnya kadang pendiam kadang dia juga jadi cerewet kaya cewe, tapi tetep saja dia banyak disukai cewek cewek, walaupun dia banyak disukai cewek-cewek cantik tetep saja dia cuman suka pada seorang cewek yaitu Tiffany cewek cantik dengan kepintarannya yang membawanya menjadi cewek idaman cowok-cowok, tapi entah kenapa Julian engga berani buat ngedeketin Tiffany, aku pikir jika mereka jadian bakalan jadi pasangan tercakep di SMA ini, lanjut teman gue yang satu lagi Dylan dia orangnya baik, baik banget malah, saking baiknya temen gue ini dijulukin oleh cewek-cewek PHP-MAN. yah hanya orang aneh saja yang engga kena sihirnya Dylan. selain ganteng dia juga mahir dalam main musik toh cewek mana yang engga kepincut sama Dylan.tapi tetep aja Dylan tuh orangnya Setia sama 1 cewek Raline. tapi Gue engga tau sih hubungan mereka itu pacaran atau apa lah, karena mereka itu udah kenal dari sejak SD, Kalo kata Dylanya sih udah dapet Chemistry nya. tapi yah gatau kenapa mereka belum jadian sampe saat ini. Udah cukup deh yah ngenalin dua temen Gue ini, Next, engga terlau banyak hal yang Gue milikin dibanding ke 2 temen Gue yang tadi, Gue cuman seorang cowok yang naksir cewek yang udah punya pacar. Sebenernya Gue udah lama naksir cewek ini, dari pas zamanya ospek dulu, tapi yah apa boleh buat Gue engga punya kesempatan buat deketin dia karenakan dia udah punya cowok. yah udah deh yah, ngomongin asmaranya.
It's My Dreams
Jumat, 25 Juli 2014
Chapter I
Sekarang Gue berada di kelas 2 SMA, yang kata orang sih disini lah masa - masa yang paling seru karena kalo sudah kelas 3 udah mulai serius soalnya mau Ujian Nasional lah, Ujian Sekolah lah, dan Seleksi Masuk PTN. Terkadang dengan memikirkanya saja itu udah cukup buat kepala panas, Untung saja Gue mempunyai 2 teman yang selalu bisa mendinginkan kepala ini walaupun hanya sejenak sih, Julian teman pertama Gue ini dia orangnya kadang pendiam kadang dia juga jadi cerewet kaya cewe, tapi tetep saja dia banyak disukai cewek cewek, walaupun dia banyak disukai cewek-cewek cantik tetep saja dia cuman suka pada seorang cewek yaitu Tiffany cewek cantik dengan kepintarannya yang membawanya menjadi cewek idaman cowok-cowok, tapi entah kenapa Julian engga berani buat ngedeketin Tiffany, aku pikir jika mereka jadian bakalan jadi pasangan tercakep di SMA ini, lanjut teman gue yang satu lagi Dylan dia orangnya baik, baik banget malah, saking baiknya temen gue ini dijulukin oleh cewek-cewek PHP-MAN. yah hanya orang aneh saja yang engga kena sihirnya Dylan. selain ganteng dia juga mahir dalam main musik toh cewek mana yang engga kepincut sama Dylan.tapi tetep aja Dylan tuh orangnya Setia sama 1 cewek Raline. tapi Gue engga tau sih hubungan mereka itu pacaran atau apa lah, karena mereka itu udah kenal dari sejak SD, Kalo kata Dylanya sih udah dapet Chemistry nya. tapi yah gatau kenapa mereka belum jadian sampe saat ini. Udah cukup deh yah ngenalin dua temen Gue ini, Next, engga terlau banyak hal yang Gue milikin dibanding ke 2 temen Gue yang tadi, Gue cuman seorang cowok yang naksir cewek yang udah punya pacar. Sebenernya Gue udah lama naksir cewek ini, dari pas zamanya ospek dulu, tapi yah apa boleh buat Gue engga punya kesempatan buat deketin dia karenakan dia udah punya cowok. yah udah deh yah, ngomongin asmaranya.
Kamis, 08 Agustus 2013
Never Lose Hope in Allah
There is a major barrier that’s blocking many Muslims from getting closer to Allah and improving their relationship with Him. This barrier is losing hope in the mercy of Allah. Sometimes people think that Allah will never forgive them because of the multitude of their sins. As a result, they slacken in performing their acts of worship and some even abandon them as they lose hope in attaining the mercy of Allah. However, Allah, The Exalted has said:
“Say, ‘O My servants who have transgressed against themselves [by sinning], do not despair of the mercy of Allah. Indeed, Allah forgives all sins. Indeed, it is He who is the Forgiving, the Merciful.’” (Surah Az-Zumar, Ayah 53)”
What we need to understand is that no one is perfect and part of being imperfect is falling into errors, including committing sins. Because committing sins is a part of our design, that is why Allah’s most emphasized attribute is His Mercy. It is a fact that mankind will commit sins. The Prophet Muhammad (SAW) said, “All humans are sinners and the best sinners are those who repent much.” (Recorded in Abu Dawood)
It should also be noted that there are several stories in the Qur’an and Hadith about people who committed dreadful crimes and were forgiven when they repented and sought forgiveness from Allah.
So, what we must do is recognize that Allah is the Most Merciful. We cannot abandon Allah due to our sins because no one is exempt from committing sins. At the same time, we shouldn’t use Allah’s Mercy as anexcuse to commit sins. However, we should always have hope in the fact that no matter what we do, or how massive our sins are, Allah will always forgive them if we turn to Him sincerely in repentance and try our best to please Him. It is because of His mercy He made us to sin so that we can turn to Him for forgiveness and get closer to Him. Hence, we should never lose hope in attaining His mercy.
Remember to repent and seek forgiveness before it is too late as we do not know the time of our departure from this world.
The Prophet (SAW) said, “Allah the Almighty said:
“O son of Adam, so long as you call upon Me and ask from Me, I shall pardon you for what you have done, and I wouldn’t care. O son of Adam, were your sins to reach the clouds of the sky and were you then to ask forgiveness of Me, I would forgive you. O son of Adam, were you to come to Me with sins nearly as great as the earth and were you then to face Me, ascribing no partner to Me, I would bring you forgiveness almost as great as it.’” (Tirmidhi)”
Kamis, 01 Agustus 2013
Waktu yang Tersisa
"Suster, sekarang pasien nomer berapa? Giliran saya masih harus menunggu berapa lama untuk ketemu dokter?" Tanya si nenek. "Tunggu saja nek, nanti dipanggil sesuai nomer urut" jawab si suster begitu saja. Rupanya nenek adalah pasien lama di sana sehingga tanpa banyak bertanya lagi, ia pun menempati bangku, bersama-sama dengan pasien lain menunggu giliran di panggil. Selang beberapa saat, sikapnya terlihat gelisah, sebentar-bentar dia melihat ke jam dinding, mulai mondar-mandir seolah tidak sabar menanti. Diberanikan diri menghampiri suster dan bertanya dengan was-was karena takut si suster marah. "Masih lama ya sus?" "Ya! Tunggu saja" jawab suster.
Saat giliran nomer urutnya sudah dekat, tiba-tiba ada panggilan darurat dari rumah sakit karena ada pasien gawat yang harus segera ditangani sang dokter. Bergegas dokter pun pergi meninggalkan ruang prakteknya untuk menolong pasien yang lebih membutuhkannya. Si nenek dengan kesal kembali duduk, kemudian berdiri, lalu mulai berjalan mondar-mandir.
Kejadian itu memancing reaksi 2 remaja yang juga sedang menunggu di situ, "Si Nenek itu kelihatan gelisah dan tidak sabaran ya. Sudah setua itu memangnya dia punya kesibukan apa kok menunggu aja tidak sabar begitu" Kemudian ditimpali oleh temannya, "Iya tuh, udah berumur setua itu, ngapain sih kok maunya buru-buru. Waktu kan masih panjang, belum juga larut malam".
Dengan tidak terduga oleh kedua remaja tadi, si nenek menghampiri mereka dan menyapa ramah, "Anak muda, nenek mendengar apa yang kalian bicarakan tentang nenek. Memang nenek kurang sabar menunggu disini tanpa melakukan sesuatu. Justru karena nenek sudah berumur, nenek tidak memiliki banyak waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang belum sempat nenek lakukan. Kesadaran bahwa sisa waktu nenek yang tidak banyak inilah maka nenek tidak sabar menunggu di sini terlalu lama tanpa bisa melakukan apapun. Tentu kalian bisa mengerti kenapa nenek tidak sabar menunggu kan?"
"Oh, iya.. iya nek. Maafkan kami nek. Kami tidak berpikir panjang tentang waktu yang begitu berharga seperti kata nenek. Sepantasnya kami yang muda pun harus berpikir tidak boleh menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa-apa seperti ini. Terimakasih nenek telah mengingatkan kepada kami".
Pembaca yang berbahagia,
Umur manusia tidak ada seorangpun yang bisa mengukur secara tepat, kapan saat kita lahir dan kapan saat kematian tiba. Jika kesadaran tentang nilai waktu, yakni akan sisa waktu yang dimiliki dan mau memanfaatkan dengan benar sesuai dengan peran kita saat ini, dimanapun kita berada, maka saat itulah kehidupan se-nyatanya baru dimulai.
Waktu adalah kekayaan paling berharga yang dimiliki setiap manusia
Mari kita manfaatkan waktu dengan optimis dan diarahkan pada sasaran hidup yang menantang, sehingga membuat hidup kita semakin hidup, penuh gairah dan bahagia!
Minggu, 21 Juli 2013
Penolakan
Sabtu, 20 Juli 2013
Orang Bodoh dan Uang 500 rupiah
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,”Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.”
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, “Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?”
Goals
Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.
Caranya? coba simak tips berikut ini:
1. Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.
2. Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.
3. Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.
4. Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
5. Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.
7. Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.
8. Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.


